Recent Posts

header ads

Cara Budidaya dan Manfaat Cacing Tanah

Cara budidaya cacing tanah


Budidaya cacing tanah merupakan bisnis prospektif karena dapat dilakukan dengan modal sangat kecil dengan keuntungan besar. Permintaan kebutuhan cacing tanah tidak pernah surut karena hewan ini memang diperlukan dalam banyak hal. Memang selain murah pengolahannya, modal awal pengelolaan bisnis budidaya cacing ini relatif murah. Budidaya cacing tanah juga tidak selalu membutuhkan lahan tanah yang besar, bahkan bisa dilakukan di dalam rumah juga.

Pasar cacing tanah juga akan selalu ada karena hewan ini memiliki banyak manfaat di berbagai bidang kehidupan. Di bidang farmasi, hewan ini dijadikan berbagai ekstrak obat-obatan. Ekstrak cacing juga digunakan untuk bahan dasar kosmetik. 


Apa itu cacing tanah

Cacing tanah adalah cacing berbentuk tabung dan tersegmentasi dalam filum Annelida. Mereka umumnya ditemukan hidup di tanah, memakan bahan organik hidup dan mati. Sistem pencernaan berjalan melalui panjang tubuhnya. Cacing tanah melakukan respirasi melalui kulitnya. Cacing tanah memiliki sistem transportasi ganda terdiri dari cairan selom yang bergerak dalam selom yang berisi cairan dan sistem peredaran darah tertutup sederhana. Memiliki sistem saraf pusat dan perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari dua ganglia atas mulut, satu di kedua sisi, terhubung ke tali saraf berlari kembali sepanjang panjangnya ke neuron motor dan sel-sel sensorik di setiap segmen. Sejumlah besar kemoreseptor terkonsentrasi di dekat mulutnya. Otot melingkar dan longitudinal di pinggiran setiap segmen memungkinkan cacing untuk bergerak. Set yang sama otot garis usus, dan tindakan mereka memindahkan makanan mencerna menuju anus cacing.

"Cacing tanah" adalah nama umum untuk anggota terbesar dari Oligochaeta (yang merupakan kelas atau upakelas tergantung pada penulis). Dalam sistem klasik, mereka ditempatkan dalam ordo Opisthopora, atas dasar pori-pori jantan membuka posterior ke pori-pori betina, meskipun segmen jantan internal anterior ke betina. Studi kladistik teoretis telah menempatkan mereka, sebaliknya, dalam subordo Lumbricina dari ordo Haplotaxida, tetapi ini mungkin lagi segera berubah.


Ciri - ciri cacing tanah

Cacing tanah adalah hermafrodit, masing - masing individu membawa kedua organ seks pria dan wanita. Mereka tidak memiliki kerangka internal atau eksoskeleton, tetapi mempertahankan struktur mereka dengan ruang coelom cairan yang berfungsi sebagai rangka hidrostatik.

Cacing tanah darat yang lebih besar juga disebut megadriles (atau cacing besar), yang bertentangan dengan microdriles (atau cacing kecil) di familia semiakuatik Tubificidae, Lumbriculidae, dan Enchytraeidae, antara lain. Megadriles ditandai dengan memiliki klitelum yang berbeda (yang lebih luas daripada microdriles) dan sistem vaskular dengan kapiler benar. Cacing tanah jauh lebih melimpah di lingkungan terganggu dan biasanya aktif hanya jika air hadir


Morfologi cacing tanah.



Budidaya cacing tanah


Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain.

Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14-16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.


Cacing tanah aktivitas antimikroba

Cacing tanah merupakan makhluk yang telah hidup dengan bantuan sistem pertahanan mereka sejak fase awal evolusi, oleh sebab itu mereka selalu dapat menghadapi invasi mikroorganisme patogen di lingkungan mereka. Penelitian yang telah berlangsung selama sekitar 50 tahun menunjukkan bahwa cacing tanah memiliki kekebalan humoral dan seluler mekanisme. Selain itu telah ditemukan bahwa cairan selom cacing tanah mengandung lebih dari 40 protein dan pameran beberapa aktivitas biologis sebagai berikut: cytolytic, proteolitik, antimikroba, hemolitik, hemagglutinating, tumorolytic, dan kegiatan mitogenic.

Cairan dari selom foetida Eisenia Andrei telah diteliti memiliki sebuah aktivitas antimikroba terhadap Aeromonas hydrophila dan Bacillus megaterium yang dikenal sebagai patogen cacing tanah. Setelah itu diperoleh dua protein, bernama Fetidins, dari cairan selom cacing tanah dan menegaskan bahwa aktivitas antibakteri ini disebabkan karena fetidins. Lumbricus rubellus juga memiliki dua agen antibakteri bernama Lumbricin 1 dan Lumbricin 2. Baru-baru ini, dua jenis faktor antibakteri yang mempunyai aktivitas seperti lisozim dengan aktivitas hemolitik serta pengenalan pola protein bernama selom cytolytic faktor (CCF) telah diidentifikasi dalam foetida Eisenia cacing tanah. Lysenin protein yang berbeda dan Eisenia foetida lysenin-seperti protein memiliki beberapa kegiatan yang diberikan cytolytic hemolitik, antibakteri dan membran-permeabilizing properti.

Protein yang dimiliki oleh cacing tanah memiliki mekanisme antimikroba yang berbeda dengan mekanisme antibiotik. Antibiotik membunuh mikrorganisme tanpa merusak jaringan tubuh. Antibiotik membunuh mikroganisme biasanya dengan dua cara, yaitu dengan menghentikan jalur metabolik yang dapat menghasilkan nutrient yang dibutuhkan oleh mikroorganisme atau menghambat enzim spesifik yang dibutuhkan untuk mmbantu menyusun dinding sel bakteri. Sedangkan, mekanisme yang dilakukan oleh protein yang dimiliki oleh cacing tanah adalah dengan membuat pori di dinding sel bakteri. Hal ini menyebakan sitoplasma sel bakteri menjadi terpapar dengan lingkungan luar yang dapat mengganggu aktivitas dalam sel bakteri dan menyebabkan kematian. Dengan cara ini, bakteri menjadi lebih susah untuk menjadi resisten karena yang dirusak adalah struktur sel milik bakteri itu sendiri.


Jenis cacing tanah yang dibudidayakan.



Budidaya cacing tanah


Jangan salah, tak semua jenis cacing bisa dibudidayakan. Beberapa jenis cacing tanah yang dapat diternakkan adalah cacing tanah asia atau Pheretima; Perionyx; dan Lumbricus. Ketiganya menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan.

Cacing jenis Pheretima memiliki sekitar 95 hingga 150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14 sampai 16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris dengan warna merah keunguan. Cacing merah, koot, dan kalung, termasuk ke dalam jenis ini.

Memiliki jumlah segmen antara 75 hingga 165, di mana kitelumnya terletak di segmen 13 dan 17, merupakan ciri jenis Perionyx. Cacing ini berbentuk gilig ungu tua hingga merah kecokelatan. Cacing jenis ini membutuhkan pemeliharaan yang lebih serius saat diternakkan.

Terakhir, cacing jenis Lumbricus. Cacing jenis ini lebih unggul karena tingkat produktivitasnya tinggi. Misalnya dalam faktor penambahan berat badan, produksi telur atau anakan, dan tidak banyak bergerak.

Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90 hingga 195, di mana klitelum terletak pada segmen 27 sampai 32. Biasanya, cacing jenis ini kalah bersaing dengan yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tapi, bila dibudidayakan, besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain. 


Cara budidaya cacing tanah

Agar hasilnya lebih optimal maka sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu cara budidaya cacing tanah yang baik agar nantinya budidaya cacing tanah anda berjalan lancar. Nah, berikut kami sajikan informasi mengenai cara budidaya cacing tanah yang baik sebagi panduan anda.

1. Persiapan media dan tempat budidaya cacing tanah.


Budidaya cacing tanah


Jika pada budidaya burung puyuh atau budidaya ayam kita membutuhkan kandang, begitu juga pada budidaya cacing. Hanya saja kandang untuk budidaya cacing ini sangat sederhana dan tidak perlu ditutup.

  • Kandang ini berbentuk box kotak yang diisi media tanah untuk memelihara cacing.
  • Pembuatan tempat dan media budidaya cacing ini  juga cukup mudah.
  • Anda hanya perlu membuat box kayu dengan ukuran 90 x 50 x 30 cm dengan jumlah yang menyesuaikan luas lahan untuk memelihara cacing tanah.
  • Untuk efisiensi lahan maka buatlah rak untuk menyusun box tadi.
  • Tanah yang diisikan pada box adalah tanah yang kaya humus seperti pupuk kompos atau pupuk kandang. Isi box dengan tanah humus hingga ketinggian 5-10 cm dari batas atas box. Pastikan tempat budidaya tidak terpapar cahaya matahari langsung dan basahi sedikit media tanah menggunaka air.

2. Persiapan bibit cacing tanah


Budidaya cacing tanah


Jika anda haya ingin membudidayakan dalam skala kecil (kurang dari 10 box) maka anda bisa mencari bibit cacingnya langsung ditanah yang lembab dan banyak sampah/kotoran organik. Untuk 10 box anda bisa mencari antara 500 – 1000 cacing dengan berbagai ukuran. Agar bibit cacing menjadi lebih banyak, ikuti langkah berikut :

  • Siapkan sebuah box khusus pembiakan bibit cacing lumbricus rubellus
  • Isi dengan bibit cacing yang diperoleh dari alam bebas tadi
  • Tunggu hingga 2 bulan sambil terus diberi makan berupa kompos seperti daun-daunan / sayuran kering.
  • Setelah 2 bulan maka  cacingnya sudah berkembang biak menjadi banyak dan bisa dipindahkan ke media budidaya yang sudah didiapkan sebelumnya.
Cara diatas efisien untuk budidaya dalam skala kecil, namun jika anda ingin membudidayakan cacing tanah dalam skala besar (diatas 100 box) maka sebaiknya anda membeli bibit siap pakai pada peternak cacing lainnya. Karena jika anda ingin melakukan pembibitan sendiri tetunya akan memakan waktu cukup lama bagi anda. Idealnya untuk setiap box diidi dengan 50-100 ekor cacing.

Cacing ini tergolong hewan hermaprodit yag mampu berubah jenis kelamin, namun ia tetap tidak bisa membuahi dirinya sendiri tanpa ada perkawinan dari cacing lain. Perkembang biakan cacing ini tergolong cukup cepat karena dari 100 ekor cacing bisa menjadi 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Sepasang cacing yang kawin akan menghasilkan 1 kokon (telur). Dalam 2 minggu kokon ini akan menetas menjadi sekitar 20 ekor cacing.

3. Pemindahan bibit cacing.


Budidaya cacing tanah


Untuk memindahkan bibit cacing ke media box maka lakukan langkah berikut ini :

  • Basahi tanah dalam media box budidaya terlebih dahulu
  • Pastikan pH tanahnya normal antara 5,5 – 7,5
  • Isi tiap box dengan 50-100 ekor cacing
Perhatikan pada hari pertama. Anda harus memeriksa tiap 3 jam sekali apakah ada cacing yang keluar atau tidak. Jika ada cacing yang keluar dan berusaha pergi dari box itu karena ia merasa tidak nyaman dengan kondidi tanah dalam box mungkin karena kadar pH yang tidak tepat atau suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Jika tidak ada cacing yang kabur berarti mereka sudah merasa nyaman dengan lokasi yang baru. Ingat untuk menjauhkan media dari sinar langsung baik sinar matahari atau lampu. Karena cacing ini merupakan binatang yang sensitif terhadap cahaya.

4. Pemberian pakan cacing.


Budidaya cacing tanah


Cacing ini menyukai bahan-bahan organik sebagai makanannya. Kompos dan pupuk kandang bisa menjadi sumber pakan bagi cacing. Untuk kompos, anda bisa memanfaatkan sampah daun kering atau limbah sayuran dan pupuk kandangnya anda bisa mengambul dari berbagai jenis.

Namun yang paling bagus adalah kotoran sapi atau kerbau. Ada yang perlu diperhatikan yakni sebaiknya pakan yang diberikan sudah dalam keadaan gembur (halus). Hal ini untuk memudahkan pencernaan cacing nantinya. Utamanya ialah saat pemberian pakan kompos seperti limbah sayuran yang umumnya masih kasar.

Nah untuk menghaluskannya maka gunakanlah metode bokashi atau fermentasi.

Cara membuat fermentasi cukup mudah yakni :

  • Siapkan seember air lalu larutkan 1/4 kg gula atau tetes tebu
  • Campurkan sebotol EM4 pada larutan gula tersebut.
  • Simpan di tempat gelap minimal 24 jam (semakin lama semakin baik)
  • Kumpulkan sisa sayuran / sisa buah-buahan / bahan kompos lalu percikkan larutan EM4 tadi secara merata.
  • Tutup dan tunggu 1-2 hari.
  • Kini limbah kompos siap diberikan pada cacing.
Tujuan bokashi ialah agar bakteri dalam pencernaan cacing lebih mudah mencerna kompos yang hampir terurai. Pemberian pakan pada cacing dilakukan sekali dalam sehari dalam kondisi pakan masih basah. Pemberiannya dengan menebarkannya secara merata pada permukaan tanah.

Anda harus bisa memperkirakan jumlah pakan yang diberikan yaitu untuk berat 1 kg cacing maka pakannya juga sekitar 1 kg juga. Dan juga sebaiknya dilakukan selingan menu yakni diganti tiap beberapa hari menggunakan kompos sayur, lalu kompos buah, kompos daun kering, dan pupuk kandang.

5. Penggantian media tanah.


Budidaya cacing tanah


Karena perkembangbiakan cacing ini sangat pesat, maka tanah yang sudah terlalu banyak cacing dan kokon (telur) harus diganti. Penggantian biasa dilakukan tiap 1-2 bulan sekali. Yakni Cacing dikeluarkan semuanya dari media tanah lalu pindahkan ke media tanah yang baru. Nah, tanah kascing (bekas cacing) ini didiamkan agar kokon menetas dan mengembangkan cacing-cacing baru.

6. Pembuatan media sarang bertelur cacing tanah.


Pembuatan media sarang bertelur


Agar telur cacing mudah dikumpulkan, buatlah sebuah media yang mana menjadi lokasi favorit cacing untuk bertelur. Caranya ialah dengan membuat campuran antara pupuk kandang, kompos kering, kertas dan jerami. Jangan dicacah terlalu lembut dalu tanam membentuk gundukan pada media box tanah. Cacing yang ingin bertelur akan menuju lokasi tersebut dan meletakkan telurnya disana. Anda akan lebih mudah mengumpulkan telur dari sarang tersebut ketika anda melakukan penggantian tanah.

7. Penanggulangan hama.


Penanggulangan hama cacing tanah


Sebagaimana budidaya lainnya semisal dalam teknik menanam semangka, cara budidaya ikan lele atau cara menanam rambutan yang tidak mungkin terlepas dari adanya hama pengganggu. Keberhasilan dan keoptimalan hasil panen dari cara budidaya cacing ini juga dipengaruhi oleh hama pengganggu. Hama pengganggu cacing berasal dari binatang lain yang kbanyakan dari jenis serangga.

Binatang yang mengganggu dan menyerang cacing diantaranya ialah semut, kumbang, lipan, tikus, ayam, bebek, kadal, kutu, lintah dl. Namun yang paling sering ialah semut, karena semut ini berusaha untuk memangsa cacing. Cara untuk mengendalikannya ialah dengan menempatkan media box dalam rak susun lalu pada setiap kaki rak kita beri kapur anti serangga.

8. Panen cacing.


Budidaya cacing tanah


Panen cacing ini dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali. Ada dua keuntungan yang bisa kita peroleh yakni cacing itu sendiri dan tanah kascing yang bisa dijual sebagai pupuk organik mahal karena mengndung unsur hara yang terurai sempurna.

Untuk memisahkan cacing dari tanahnya anda takperlu mengaduk-aduk tanah tersebut. Anda cukup menggunakan lampi neon atau petromaks yang didekatkan diatas permukaan tanah box maka cacing akan keluar dengan sendirinya ke permukaan karena sifat cacing yang sensitif terhadap cahaya. Dengan begitu anda bisa mengambil cacing dengan mudah.

Setelah diambil cacingnya maka ambil kokon pada sarang lalu pisahkan dari tanah kascing untuk ditempatkan pada media box baru. Tanah kascing ini bisa dikumpulkan sebagai pupuk.


Tips sukses budidaya cacing tanah

Setelah anda mengetahui cara budidaya cacing tanah (lumbricus rubellus) maka selanjutnya kami akan memberikan tips sukses budidaya cacing tanah bagi anda agar hasil panen semakin optimal. Berikut adalah tips suksesnya :

  • Gunakan rak susun unntuk efifiensi tempat sekaligus memudahkan pengendalian serangan semut
  • Pakai media box ukuran besar jika ingin interval penggantian tanah lebih lama.
  • Pakan yang kasar bisa digiling terlebih dahulu lalu dijadikan bokashi
  • Gunakanlimbah sayuran dan buah yang banyak mengandung lemak seperti kacang-kacangan dan ampas kelapa agar perkembangan tubuh cacing lebih cepat dan gemuk.

Manfaat cacing tanah.


Budidaya cacing tanah


Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, manfaat cacing tanah sangat beragam di berbagai aspek kehidupan. 

  • Hewan ini meningkatkan unsur hara untuk membentuk lapisan tanah yang bernutrisi alias subur dan gembur untuk pertanian.
  • Dalam dunia medis sendiri, hewan menjijikan ini juga dapat memberikan banyak manfaat kesehatan karena kandungannya. 
  • Cacing tanah memiliki kandungan protein tinggi, asam amino, dan berbagai enzim yang bermanfaat baik ketika masih dalam bentuk cacing segar maupun sudah diolah.
  • Perlu diketahui bahwa kadar protein dan asam amino pada hewan tak berkaki ini cukup tinggi. Kandungan protein (76 persen) di dalam hewan ini jauh lebih tinggi dari daging mamalia (65 persen) dan daging ikan (50 persen). Bahkan, kandungan asam amino dalam cacing tanah mencapai 78-79 gram tiap liter.
  • Selain protein dan asam amino yang tinggi, cacing ini juga mengandung vitamin, zat besi, dan kalsium dengan konsentrasi yang cukup tinggi. 
  • Tak hanya itu, hewan ini juga ternyata memiliki sistem kekebalan tubuh yang bersifat antimikroba sehingga dianggap sangat berguna untuk melawan berbagai mikroba yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Beberapa pemanfaatan manfaat cacing tanah untuk kesehatan adalah mengobati tifus, mengobati diare, menyembuhkan luka lebih cepat, melancarkan sirkulasi darah, menjaga sistem kekebalan tubuh, mengatasi peradangan, mengatasi gangguan pembuluh darah, meningkatkan energi, menjaga kadar gula darah, dan mengatasi konstipasi.



Demikianlah artikel yang menjelaskan tentang "Cara Budidaya dan Manfaat Cacing Tanah". Semoga melalui tulisan ini memberikan pemahaman kepada pembaca yang sedang mempelarinya. Baraja Farm mohon maaf jika ada kesalahan dan silahkan tinggal tanggapan maupun kritikan yang sifatnya memperbaiki untuk yang akan datang. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Bahan bacaan lainnya, jika membantu tugas sekolah silahkan klik Pustaka Pengetahuan

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, silahkan klik Berbagai Reviews


Posting Komentar

0 Komentar